Aktris muda Safira Ratu Sofya (yang akrab disapa Ratu Sofya), artis berbakat yang merintis karier dari Aceh ke Jakarta, belakangan ini kerap menjadi sorotan publik akibat rentetan kontroversi yang melibatkan hubungan keluarga, asmara, hingga profesionalitas kerjanya di dunia hiburan.
Berikut adalah rangkuman poin-poin kontroversi yang menjerat nama Ratu Sofya:
Hubungan Asmara dan Konflik dengan Keluarga (Akhir 2024 – 2025)
Kontroversi Ratu Sofya pertama kali meledak secara masif ketika pihak keluarganya (terutama sang adik dan ibunya, Intan Masthura) membongkar ke publik bahwa Ratu telah kabur dari rumah.
- Pemicu: Ratu menjalin hubungan asmara dengan aktor senior Cornelio Sunny. Hubungan ini ditentang keras oleh keluarga karena perbedaan usia yang cukup jauh (sekitar 19 tahun), serta perbedaan kultur dan pandangan.
- Tudingan Cuci Otak: Pihak keluarga sempat menuduh Cornelio Sunny melakukan “cuci otak” terhadap Ratu hingga membuatnya nekat meninggalkan rumah. Ratu membantah hal ini dan menyatakan bahwa keputusan keluar dari rumah adalah pilihannya sendiri agar bisa hidup mandiri.
- Isu Pernikahan Tanpa Restu: Netizen sempat dihebohkan dengan bio Instagram Cornelio yang menuliskan “wife of…” serta foto-foto mesra mereka yang menyerupai sesi prewedding, memicu rumor bahwa mereka telah menikah siri tanpa restu, meskipun Ratu sempat memberikan klarifikasi atas simpang siur tersebut.
Pengakuan sebagai Sandwich Generation & Eksploitasi Finansial
Dalam sebuah podcast awal tahun 2026, Ratu Sofya blak-blakan mengenai tekanan hidupnya. Ia mengaku selama ini menjadi tulang punggung keluarga besar (sandwich generation) sejak usia belia.
- Ratu menyatakan bahwa selama ini ia tidak pernah memegang langsung uang hasil syutingnya karena semua diatur oleh orang tua.
- Ia merasa lelah karena harus membiayai banyak anggota keluarga, termasuk biaya kuliah hingga pengobatan kerabat.
Somasi Terhadap Orang Tua Kandung (Mei 2026)
Puncak dari perselisihan finansial ini berujung pada jalur hukum. Melalui kuasa hukumnya, Ratu Sofya melayangkan somasi kepada ayah dan ibu kandungnya sendiri.
- Tuntutan: Ratu menuntut pengembalian dan penyerahan penuh seluruh honor (fee) dari keterlibatannya dalam film terbaru berjudul Dosa Penebusan atau Pengampunan.
- Respons Ibu: Sang ibu, Intan Masthura, menangis di depan media menanggapi somasi ini. Ia mengenang perjuangan mereka merantau dari Aceh demi karier Ratu, dan menegaskan bahwa pintu rumah selalu terbuka 24 jam jika Ratu ingin pulang, terlepas dari konflik hukum yang sedang berjalan.
Konflik dengan Rumah Produksi & Penolakan Promosi Film (Mei 2026)
Hampir bersamaan dengan perseteruan keluarga, Ratu Sofya juga tersandung masalah profesionalitas kerja dengan rumah produksi HAS Pictures.
- Disomasi oleh PH: HAS Pictures melayangkan somasi kepada Ratu karena dinasihatkan menolak ikut serta dalam rangkaian promosi film Dosa Penebusan.
- Alasan Adegan Dewasa (17+): Ratu menolak promosi dan mengeluhkan di media sosial mengenai adanya adegan dewasa/intim dalam film tersebut yang membuatnya tidak nyaman. Ia menyebut kontrak film tersebut ditandatangani oleh orang tuanya, bukan dirinya.
- Klarifikasi Produser & Ibu: Pihak produser (Reza Aditya) dan ibunda Ratu mengklarifikasi bahwa sejak awal syuting, ayah Ratu sebenarnya sempat keberatan dengan naskah tersebut. Namun, proses syuting akhirnya disetujui karena pihak PH menyediakan pemeran pengganti (body double) demi kenyamanan Ratu. Pihak PH menyayangkan sikap Ratu yang dianggap tidak profesional saat film akan memasuki masa tayang.
Catatan: Terlepas dari berbagai polemik personal dan profesional yang sedang dihadapi, Ratu Sofya diakui sebagai salah satu aktris muda berbakat dengan kemampuan akting yang kuat, yang sayangnya saat ini tengah berada di pusaran konflik berlapis antara asmara, hak finansial, dan batasan profesionalitas kerja.

