Ledakan Tambang Batu Bara di China, Sedikitnya Menewaskan 90 Orang.

drnews
By
drnews
2 Min Read

Ledakan gas dahsyat mengguncang Tambang Batu Bara Liushenyu di Kota Changzhi, Provinsi Shanxi, China Utara, menewaskan sedikitnya 90 orang penambang

Insiden mematikan ini terjadi pada Jumat malam, 22 Mei 2026, sekitar pukul 19.29 waktu setempat, dan tercatat sebagai salah satu bencana tambang paling maut di China dalam satu dekade terakhir

Berikut adalah poin-poin penting terkait kronologi dan dampak tragedi tersebut:

Keronologi dan detail Kejadian

  • Ratusan Pekerja Terjebak: Saat ledakan gas terjadi, terdapat sekitar 247 pekerja yang sedang bertugas di bawah tanah.
  • Gas Beracun Melebihi Batas: Sebelum ledakan, sistem mendeteksi kadar gas karbon monoksida (gas beracun tak berbau) yang melonjak drastis hingga melebihi batas aman.
  • Kondisi Jalur Evakuasi: Evakuasi berjalan sulit karena pintu masuk tambang memiliki kemiringan curam sekitar 30 derajat, sehingga pasokan penyelamat hanya bisa diangkut menggunakan kereta tambang. Banyak korban selamat mengalami luka-luka akibat menghirup gas beracun tersebut

Jumlah Korban dan Proses Penyelamatan

  • Korban Jiwa: Data terbaru per Sabtu, 23 Mei 2026, mencatat 90 orang meninggal dunia dan 9 orang lainnya masih dinyatakan hilang di bawah reruntuhan.
  • Korban Selamat: Sebanyak 201 pekerja berhasil dievakuasi dan diangkat ke permukaan dengan selamat oleh tim penyelamat.
  • Penyebaran Tim Medis: Otoritas Provinsi Shanxi mengerahkan sedikitnya 7 tim medis dan penyelamat dengan total 755 personel ke lokasi kejadian.

Respons Pemerintah dan Hukum

  • Perintah Presiden Xi Jinping: Presiden China, Xi Jinping, menginstruksikan upaya penyelamatan maksimal (“all-out rescue“) serta memerintahkan investigasi menyeluruh untuk menuntut pertanggungjawaban hukum secara ketat.
  • Penahanan Pengurus Tambang: Pihak kepolisian dan otoritas setempat bergerak cepat dengan menahan para eksekutif perusahaan dari Shanxi Tongzhou Group selaku pengelola Tambang Liushenyu.
  • Rekam Jejak Keselamatan Buruk: Tambang Liushenyu dilaporkan telah masuk ke dalam daftar hitam Badan Keselamatan Tambang Nasional China sejak tahun 2024 karena dikategorikan sebagai area dengan risiko bahaya tinggi gas metana/karbon monoksida

Provinsi Shanxi sendiri merupakan wilayah jantung pertambangan batu bara terbesar di China yang memproduksi hampir sepertiga pasokan nasional, namun sektor ini masih sering dibayangi oleh longgarnya penerapan protokol keselamatan kerja.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *